Jumat, 18 September 2015

bumi di kaki langit karya leo gibran

ketika sudut bumi terkikis asa
gumpalan jiwa melayang di altar malakut
bumi di kaki langit mengeliat dengan tangisan.
langit yang merah darah membungkam seribu kalam
Tapi kepingan nurani kemanusiaan masih tetap ada
meskipun terliat samar

Aku tersenyum diantara hembusan nafas kemunapikan
Aku tertawa diantara selunjuranbangkai yang tersisa
Aku menangis diantara kemakmuran yang melimpah
Aku bersedih diantara asap peradaban syaitan
Aku dan aku kamu dan kamu,kita dan kita,serta mereka dan
mereka hanya terpaku diam membisu.